BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Semua makhluk hidup yang menempati muka bumi ini mulai dari tingkat mikroorganisme seperti bakteri sampai organisme tingkat tinggi seperti gajah dapat menempati tempat-tempat yang sesuai dengan gen asalnya. Sebagai contoh ikan hidup di air dan tidak bisa hidup di darat begitu pun kerbau hidup di darat dan tidak bisa hidup di air. Dari kedua contoh tersebut maka kita dapat lihat bahwa tempat tinggal organisme sesuai dengan gen keturunannya dan tidak ada satu organisme pun yang hidup pada tempat tertentu dan tidak sesuai dengan gen asalnya. Tempat tinggal organisme tersebutlah dalam ilmu Biologi disebut dengan istilah habitat.
Habitat merupakan tempat tinggal makhluk hidup dimana organisma yang tinggal pada tempat yang sama dapat melakukan interaksi antara satu sama lain. Secara umum, habitat di bagi dalam dua kelompok besar yaitu habitat daratan (terestrial), yang meliputi bioma hutan tundra, bioma hutan conifer, bioma hutan gugur, bioma hutan tropis(hutan basah), bioma padang rumput, bioma gurun pasir dan lain-lain. Sedangkan habitat akuatik (perairan) yang meliputi ekosistem air tawar, ekosistem laut, ekosistem pantai dan ekosistem lain
B. Perumusan masalah
Bedasarkan latar belakang di atas, maka penulis dapat merumuskan masalah-masalah sebagai berikut :
1. Jelaskan secara singkat tentang habitat ?
2. Jelaskan habitat terrestrial ?
3. Jelaskan habitat akuatik ?
C. Tujuan
Berdasarkan perumusan masalah dan latar belakang diatas maka penulis dapat menarik berbagai tujuan sebagai berikut :
Ø Untuk mengetahui dan memahami serta mengerti pengertian habitat
Ø Untuk mengetahui dan memahami habitat terrestrial dalam kehidupan sehari-hari
Ø Untuk mengetahui dan mengerti habitat akuatik
Ø Untuk mendapatkan nilai pada tahap akhir semester khususnya mata kuliah biologi umum.
Ø Sebagai suatu referensi bagi penulis.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. TEORI PUSTAKA
a. Pengertian habitat menurut para ahli
Banyak ahli yang mengemukakan pendapatnya tentang pengertian habitat seperti sebagai berikut :
1. Teori Marricson
2. Teori Doben Mire
3. Teori Hutto
4. Teori Johnson
5. Teori Wiens
6. Teori Litvaitis et al
7. Teori Limon, Barrett dan Marricson
8. Teori Leoporld dan Dasman et al
9. Teori Van Horner
10. Teori Johnson
11. Teori Hutchinson
b. Pengertian habitat
1. Habitat
Habitat adalah tempat tinggal organisme dimana organisma-organisma yang hidup pada tempat yang sama dapat melakukan interaksi antara satu sama lain.
2. Habitat terrestrial (daratan).
Habitat terrestrial adalah tempat yang dapat mengalokasikan organisma-organisma pada permukaan daratan atau tanah.
3. Habitat akuatik (perairan)
Habitat akuatik adalah tempat yang dapat mengalokasikan organisma-organisma pada permukaan perairan.
c. Penggelompokkan habitat
Habitat merupakan tempat tinggal makhluk hidup. Habitat organisme dapat di bagi kedalam dua kelompok yaitu sebagai berikut :
1. Habitat terrestrial dan
2. Habitat akuatik
B. PEMBAHASAN TEORI
a. Pengertian habitat menurut para ahli
Banyak ahli yang mengemukakan pendapatnya tentang pengertian habitat seperti sebagai berikut :
1. Menurut Marricson (2002)
Marrison mendefenisikan habitat sebagai sumber daya dan kondisi yang ada di suatu kawasan yang berdampak yang di tempati oleh suatu spesies. habitat terdiri lebih dari sekedar vegetasi atau struktur vegetasi yang merupakan jumlah kebutuhan sumber daya khusus suatu spesies. Di mana pun suatu organisme di beri sumber daya yang berdampak pada kemampuan untuk bertahan hidup, itulah yang di sebut habitat.
2. Menurut Doben Mire (1968)
Doben Mire mengemukakan pendapatnya bahwa tipe habitat merupakan sebuah istilah yang hanya berkenaan dengan tipe asosiasi vegetasi dalam suatu kawasan atau potensi vegetasi yang mencapai suatu tingkat klimaks. Habitat lebih dari sekedar sebuah kawasan vegetasi, istilah tipe habitat tidak bisa digunakan ketika mendiskusikan hubungan antara satwa liar dengan habitatnya.
3. Menurut Hutto (1985)
Hutto menyatakan bahwa penggunaan habitat merupakan sebuah proses yang secara hirarki melibatkan suatu rangkaian perilalu alami dan belajar suatu satwa dalam membuat keputusan habitat seperti apa yang akan di gunakan dalam skala lingkungan yang berbeda.
4. Menurut Johnson (1980)
Johnson berpendapat bahwa seleksi kesukaan habitat merupakan konsekuensi proses yang menghasilkan adanya penggunaan yang tidak proposional terhadap beberapa sumber daya, yang mana beberapa sumber daya di gunakan melebihi yang lain.
5. Menurut Wiens (1984)
Habitat menunjukkan pada eksesibilitas komponen fisik dan biologi yang dibutuhkan oleh satwa, berlawanan dengan kelimpahan sumber daya yang hanya menunjukkan kuantitas habitat masing-masing organisme yang ada dalam habitat tersebut. Teori ini dikemukakan oleh Wiens 1984. Secara teori kita dapat menghitung jumlah dan jenis sumber daya yang tersedia untuk satwa,. secara praktek merupakan hal yang hampir tidak mungkin untuk menghitung ketersediaan dari sudut pandang satwa.
6. Menurut Litvaitis et al (1993)
Litvaitis et al berpendapat bahwa kita dapat menghitung kelimpahan spesies untuk suatu predator tertentu tetapi kita tidak bisa mengatakan bahwa semua yang ada dalam habitat dapat di mangsa karena adanya batasan seperti ketersediaan cover yang banyak yang membatasi aksesibilitas predator untuk memangsa. Hal yang sama juga terjadi pada vegetasi yang berada di luar jangkauan suatu satwa sehingga susah untuk dikonsumsi waalaupun vegetasi itu merupakan kesukaan satwa tersebut.
7. Menurut Limon, Barrett (1986) dan Marricson (1991)
Limon dan Barrett serta Marricson berpendapat bahwa istilah kualitas habitat menunjukkan kemampuan lingkungan untuk memberikan kondisi khusus tepat untuk individu dan populasi secara terus menerus. Pada peneliti umumnya menyamakan kualitas habitat yang tinggi dengan menonjolkan vegetasi yang memiliki kontribusi terhadap kehadiran suatu spesies.
8. Menurut Leoporld 1933 dan Dasman et al 1973
Pada tahun 1933-1973 Leoporld dan Dasman menyatakan bahwa suatu habitat dikatakan memiliki kualitas yang tinggi apabila kepadatan satwa seimbang dengan sumber daya yang tersedia, di lapangan pada umumnya habitat yang memiliki kualitas ditunjukkan dengan besarnya kepadatan satwa.
9. Menurut Van Horner (1983)
Pada tahun 1983 Van Horner mangatakan bahwa kepadatan merupakan indikator yang keliru untuk kualitas habitat. Oleh sebab itu daya dukung dapat disamakan dengan level kualitas tertentu, kualitasnya dapat berdasarkan tidak pada jumlah organisme tetapi pada demografi populasi sejarah individual. Kualitas habitat merupakan kata kunci bagi para ahli restorasi.
10. Menurut Johnson (1980)
Pada tahun 1980 Johnson mengatakan bahwa makro habitat dan mikro habitat harus di tentukan untuk masing-masing study yang berkenaan dengan spesies spesifik secara umum, makro habitat menuju pada cirri khas yang luas seperti zona asosiasi vegetasi yang biasanya di samakan dengan level pertama seleksi habitat, mikro habitat biasanya menunjukkan kondisi habitat yang sesuai yang merupakan factor penting pada level 2-4, dalam hirarki johnsonoleh sebb itu merupakan hal yang tepat untuk menggunakan istilah microhabitat dan makrohabitat dalam sebuah pandangan relative dan pada skala penerapan yang ditetapkan secara esksplisit.
11. Menurut Hutchinson (1957)
Hutchinson telah membedakan antara niche pokok dengan niche yang sesungguhnya,niche pokok didefiisiskan sebagai sekelompok kondisi-kondisi fisik yang ditempati oleh organisme-organisme tertentu secara bersamaan. dimensi-dimensi pada niche pokok menentukan kondisi-kondisi yang menyebabkan organisme-organisme dapat berinteraksi tetapi tidak menentukan bentuk,kekuatan tau arah interaksi.
b. Definisi
Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya. Ekosistem bisa dikatakan juga suatu tatanan kesatuan secara utuh dan menyeluruh antara segenap unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.
Kedua komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri dari ikan, tumbuhan air, plankton yang terapung di air sebagai komponen biotik, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut dalam air.Satuan makhluk hidup dalam ekosistem dapat berupa individu, populasi, atau komunitas. Individu adalah makhluk tunggal. Contohnya: seekor kelinci,seekor serigala, atau individu yang lainnya. Sejumlah individu sejenis (satu species) pada tempat tertentu akan membentuk Populasi. Contoh : dipadang rumput hidup sekelompok kelinci dan sekelompok srigala. Jumlah anggota populasi dapat mengalami perubahan karena kelahiran, kematian, emigrasidan imigra- si. Sedangkan komunitas yaitu seluruh populasi makhluk hidup yang hidup di suatu daerah tertentu dan diantara satu sama lain saling berinteraksi. Contoh: di suatu padang rumput terjadi saling interaksi antar populasi rumput, populasi kelinci dan populasi serigala. Setiap individu, populasi dan komunitas menempati tempat hidup tertentu yang disebut habitat.
Komunitas dengan seluruh faktor abiotiknya membentuk suatu ekosistem. Suatu komunitas di suatu daerah yang mencakup daerah luas disebut bioma. Contoh: bioma padang rumput, bioma gurun, dan bioma hutan tropis. Semua bagian bumi dan atmosfer yang dapat dihuni makhluk hidup disebut biosfer.
Kedua komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri dari ikan, tumbuhan air, plankton yang terapung di air sebagai komponen biotik, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut dalam air.Satuan makhluk hidup dalam ekosistem dapat berupa individu, populasi, atau komunitas. Individu adalah makhluk tunggal. Contohnya: seekor kelinci,seekor serigala, atau individu yang lainnya. Sejumlah individu sejenis (satu species) pada tempat tertentu akan membentuk Populasi. Contoh : dipadang rumput hidup sekelompok kelinci dan sekelompok srigala. Jumlah anggota populasi dapat mengalami perubahan karena kelahiran, kematian, emigrasidan imigra- si. Sedangkan komunitas yaitu seluruh populasi makhluk hidup yang hidup di suatu daerah tertentu dan diantara satu sama lain saling berinteraksi. Contoh: di suatu padang rumput terjadi saling interaksi antar populasi rumput, populasi kelinci dan populasi serigala. Setiap individu, populasi dan komunitas menempati tempat hidup tertentu yang disebut habitat.
Komunitas dengan seluruh faktor abiotiknya membentuk suatu ekosistem. Suatu komunitas di suatu daerah yang mencakup daerah luas disebut bioma. Contoh: bioma padang rumput, bioma gurun, dan bioma hutan tropis. Semua bagian bumi dan atmosfer yang dapat dihuni makhluk hidup disebut biosfer.
1. Komponen pembentuk ekosistem
Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah:
a. Komponen abiotik
Abiotik atau komponen tak hidup adalah komponen fisik dan kimia yang merupakan medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan, atau lingkungan tempat hidup. Sebagian besar komponen abiotik bervariasi dalam ruang dan waktunya. Komponen abiotik dapat berupa bahan organik, senyawa anorganik, dan faktor yang memengaruhi distribusi organisme, yaitu :
Proses biologi dipengaruhi suhu. Mamalia dan unggas membutuhkan energi untuk meregulasi temperatur dalam tubuhnya.
Ketersediaan air memengaruhi distribusi organisme. Organisme di gurun beradaptasi terhadap ketersediaan air di gurun.
Konsentrasi garam memengaruhi kesetimbangan air dalam organisme melalui osmosis. Beberapa organisme terestrial beradaptasi dengan lingkungan dengan kandungan garam tinggi.
Intensitas dan kualitas cahaya memengaruhi proses fotosintesis. Air dapat menyerap cahaya sehingga pada lingkungan air, fotosintesis terjadi di sekitar permukaan yang terjangkau cahaya matahari. Di gurun, intensitas cahaya yang besar membuat peningkatan suhu sehingga hewan dan tumbuhan tertekan.
Beberapa karakteristik tanah yang meliputi struktur fisik, pH, dan komposisi mineral membatasi penyebaran organisme berdasarkan pada kandungan sumber makanannya di tanah.
Iklim adalah kondisi cuaca dalam jangka waktu lama dalam suatu area. Iklim makro meliputi iklim global, regional dan lokal. Iklim mikro meliputi iklim dalam suatu daerah yang dihuni komunitas tertentu.
b. Komponen biotik
Biotik adalah istilah yang biasanya digunakan untuk menyebut sesuatu yang hidup (organisme). Komponen biotik adalah suatu komponen yang menyusun suatu ekosistem selain komponen abiotik (tidak bernyawa).
2. Komponen organisma
Berdasarkan peran dan fungsinya, makhluk hidup dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:
1. Autotrof
Komponen autotrof atau produsen terdiri dari organisme yang dapat membuat makanannya sendiri dari bahan anorganik dengan bantuan energi seperti sinar matahari (fotoautotrof) dan bahan kimia (kemoautotrof). Komponen autotrof berperan sebagai produsen. Yang tergolong autotrof adalah tumbuhan berklorofil.
2. Heterotrof / Konsumen
Komponen heterotrof terdiri dari organisme yang memanfaatkan bahan-bahan organik yang disediakan oleh organisme lain sebagai makanannya . Komponen heterotrof disebut juga konsumen makro (fagotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih kecil. Yang tergolong heterotrof adalah manusia, hewan, jamur, dan mikroba.
3. Pengurai / dekomposer
Pengurai atau dekomposer adalah organisme yang menguraikan bahan organik yang berasal dari organisme mati. Pengurai disebut juga konsumen makro (sapotrof) karena makanan yang dimakan berukuran lebih besar. Organisme pengurai menyerap sebagian hasil penguraian tersebut dan melepaskan bahan-bahan yang sederhana yang dapat digunakan kembali oleh produsen. Yang tergolong pengurai adalah bakteri dan jamur. Ada pula pengurai yang disebut detritivor, yaitu hewan pengurai yang memakan sisa-sisa bahan organik, contohnya adalah kutu kayu. Tipe dekomposisi ada tiga, yaitu :
· Fermentasi : anaerobik namun bahan organik yang teroksidasi juga sebagai penerima elektron. komponen tersebut berada pada suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan ekosistem yang teratur[4]. Misalnya, pada suatu ekosistem akuarium, ekosistem ini terdiri dari ikan sebagai komponen heterotrof, tumbuhan air sebagai komponen autotrof, plankton yang terapung di air sebagai komponen pengurai, sedangkan yang termasuk komponen abiotik adalah air, pasir, batu, mineral dan oksigen yang terlarut dalam air.
3. Ketergantungan antar komponen biotik
Ketergantungan antar komponen biotik dapat terjadi melalui:
a. Rantai makanan, yaitu perpindahan materi dan energi melalui proses makan dan dimakan dengan urutan tertentu. Tiap tingkat dari rantai makanan disebut tingkat trofi atau taraf trofi. Karena organisme pertama yang mampu menghasilkan zat makanan adalah tumbuhan maka tingkat trofi pertama selalu diduduki tumbuhan hijau sebagai produsen. Tingkat selanjutnya adalah tingkat trofi kedua, terdiri atas hewan pemakan tumbuhan yang biasa disebut konsumen primer. Hewan pemakan konsumen primer merupakan tingkat trofi ketiga, terdiri atas hewan-hewan karnivora. Setiap pertukaran energi dari satu tingkat trofi ke tingkat trofi lainnya, sebagian energi akan hilang. Para ilmuwan ekologi mengenal tiga macam rantai pokok, yaitu rantai pemangsa, rantai parasit, dan rantai saprofit.
1. Rantai Pemangsa
Rantai pemangsa landasan utamanya adalah tumbuhan hijau sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai dari hewan yang bersifat herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan hewan karnivora yang memangsa herbivora sebagai konsumen ke-2 dan berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivora sebagai konsumen ke-3.
2. Rantai Parasit
Rantai parasit dimulai dari organisme besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contoh organisme parasit antara lain cacing, bakteri, dan benalu.
3. Rantai Saprofit
Rantai saprofit dimulai dari organisme mati ke jasad pengurai. Misalnya jamur dan bakteri. Rantai-rantai di atas tidak berdiri sendiri tapi saling berkaitan satu dengan lainnya sehingga membentuk faring-faring makanan.
b. Jaring-jaring makanan, yaitu rantai-rantai makanan yang saling berhubun- gan satu sama lain sedemikian rupa sehingga membentuk seperi jaring-jaring. Jaring-jaring makanan terjadi karena setiap jenis makhluk hidup tidak hanya memakan satu jenis makhluk hidup lainnya.
4. Antar komponen biotik dan abiotik
Ketergantungan antara komponen biotik dan abiotik dapat terjadi melalui siklus materi, seperti :
2. siklus air
Siklus ini berfungsi untuk mencegah suatu bentuk materi menumpuk pada suatu tempat. Ulah manusia telah membuat suatu sistem yang awalnya siklik menjadi nonsiklik, manusia cenderung mengganggu keseimbangan lingkungan.
c. Penggelompokan
1. Berdasarkan proses terjadi.
Berdasarkan proses terjadinya, ekosistem dibedakan atas dua macam, yaitu :
Berdasarkan proses terjadinya, ekosistem dibedakan atas dua macam, yaitu :
Ø Ekosistem Alami, yaitu ekosistem yang terjadi secara alami tanpa campur tangan manusia. Contoh: padang rumput, gurun dan laut
Ø Ekosistem Buatan, yaitu ekosistem yang diciptakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Ekosistem buatan mendapatkan subsidi energi dari luar, tanaman atau hewan peliharaan didominasi pengaruh manusia, dan memiliki keanekaragaman rendah. Contoh ekosistem buatan adalah:
· Perkebunan sawit
· Ekosistem ruang angkasa.
Ekosistem tidak akan tetap selamanya, tetapi selalu mengalami perubahan. Antara faktor biotik dan abiotik selalu mengadakan interaksi. Hal inilah yang merupakan salah satu penyebab perubahan. Perubahan suatu ekosistem dapat disebabkan oleh proses alamiah atau karena campur tangan manusia.
2. Berdasarkan tempat tinggal organisme.
Berdasarkan tempat tinggalnya organisma, maka ekosistem dapat dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu :
a. Ekosistem Darat (terestrial)
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu sebagai berikut :
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan. Berdasarkan letak geografisnya (garis lintangnya), ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma, yaitu sebagai berikut :
o Bioma gurun
Beberapa Bioma gurun terdapat di daerah tropika (sepanjang garis balik) yang berbatasan dengan padang rumput.
Ø Ciri-ciri
Gersang dan curah hujan rendah (25 cm/tahun). Suhu siang hari tinggi (bisa mendapai 45°C) sehingga penguapan juga tinggi, sedangkan malam hari suhu sangat rendah (bisa mencapai 0°C). Perbedaan suhu antara siang dan malam sangat besar.
Ø Flora dan fauna
Tumbuhan semusim yang terdapat di gurun berukuran kecil. Selain itu, di gurun dijumpai pula tumbuhan menahun berdaun seperti duri contohnya kaktus, atau tak berdaun dan memiliki akar panjang serta mempunyai jaringan untuk menyimpan air. Hewan yang hidup di gurun antara lain rodentia, ular, kadal, katak, dan kalajengking.
o Bioma padang rumput
Bioma ini terdapat di daerah yang terbentang dari daerah tropik ke subtropik.
Ø Ciri-ciri
Ciri-cirinya adalah curah hujan kurang lebih 25-30 cm per tahun dan hujan turun tidak teratur. Porositas (peresapan air) tinggi dan drainase (aliran air) cepat.
Ø Flora dan fauna
Tumbuhan yang ada terdiri atas tumbuhan terna (herbs) dn rumput yang keduanya tergantung pada kelembapan. Hewannya antara lain: bison, zebra, singa, anjing liar, serigala, gajah, jerapah, kangguru, serangga, tikus dan ular
o Bioma Hutan Basah
Bioma Hutan Basah terdapat di daerah tropika dan subtropik.
Bioma Hutan Basah terdapat di daerah tropika dan subtropik.
Ø Cirri-ciri
Ciri-cirinya adalah, curah hujan 200-225 cm per tahun. Species pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya. Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinngi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro (iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme). Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari. Variasi suhu dan kelembapan tinggi/besar; suhu sepanjang hari sekitar 25°C.
Ø Flora dan fauna
Dalam hutan basah tropika sering terdapat tumbuhan khas, yaitu liana (rotan), kaktus, dan anggrek sebagai epifit. Hewannya antara lain, kera, burung, badak, babi hutan, harimau, dan burung hantu.
o Bioma hutan gugur
Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang,
Bioma hutan gugur terdapat di daerah beriklim sedang,
Ø Cirri-ciri
Ciri-cirinya adalah curah hujan merata sepanjang tahun. Terdapat di daerah yang mengalami empat musim (dingin, semi, panas, dan gugur).
Ø Flora dan fauna
Jenis pohon sedikit (10 s/d 20) dan tidak terlalu rapat. Hewannya antara lain rusa, beruang, rubah, bajing, burung pelatuk, dan rakoon (sebangsa luwak).
o Bioma taiga
Bioma taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik
Bioma taiga terdapat di belahan bumi sebelah utara dan di pegunungan daerah tropik
Ø Cirri-ciri
Ciri-cirinya adalah suhu di musim dingin rendah. Biasanya taiga merupakan hutan yang tersusun atas satu spesies seperti konifer, pinus, dan sejenisnya.
Ø Flora dan fauna
Semak dan tumbuhan basah sedikit sekali. Hewannya antara lain moose, beruang hitam, ajag, dan burung-burung yang bermigrasi ke selatan pada musim gugur.
o Bioma tundra
Ø Cirri-ciri
Bioma tundra terdapat di belahan bumi sebelah utara di dalam lingkaran kutub utara dan terdapat di puncak-puncak gunung tinggi. Pertumbuhan tanaman di daerah ini hanya 60 hari.
Ø Flora dan fauna
Contoh tumbuhan yang dominan adalah Sphagnum, liken, tumbuhan biji semusim, tumbuhan kayu yang pendek, dan rumput. Pada umumnya, tumbuhannya mampu beradaptasi dengan keadaan yang dingin.
Hewan yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada musim panas, semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap memiliki rambut atau bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa kutub, beruang kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.
Hewan yang hidup di daerah ini ada yang menetap dan ada yang datang pada musim panas, semuanya berdarah panas. Hewan yang menetap memiliki rambut atau bulu yang tebal, contohnya muscox, rusa kutub, beruang kutub, dan insekta terutama nyamuk dan lalat hitam.
Ø Ciri-ciri
Ciri-ciri yang hampir sama yaitu, tanahnya kurang subur untuk pertanian, sensitif terhadap erosi, mudah longsor, bersifat rentan dengan pori-pori aerasi yang rendah, gaya permeabilitas yang lamban dan didominasi oleh pori-pori mikro. Ekosistem karst mengalami keunikan tersendiri, dengan keragaman aspek biotis yang tidak dijumpai di ekosistem lain.
Ø Flora dan fauna
Tumbuh-tumbuhan yang hidup pada bioma ini yaitu rumput dan lain-lain sedangkan hewan yang hidup pada biopma ini yaitu semut, laba-laba dan lain-lain.
Ø Ciri-ciri
Sabana dari daerah tropik terdapat di wilayah dengan curah hujan 40 – 60 inci per tahun, tetapi temepratur dan kelembaban masih tergantung musim. Sabana yang terluas di dunia terdapat di Afrika, namun di Australia juga terdapat sabana yang luas.
Ø Flora dan fauna
Ø Ciri-ciri
Hutan hujan tropis terdapat di daerah tropik dan subtropik. Ciri-cirinya adalah curah hujan 200-225 cm per tahun. Spesies pepohonan relatif banyak, jenisnya berbeda antara satu dengan yang lainnya tergantung letak geografisnya. Tinggi pohon utama antara 20-40 m, cabang-cabang pohon tinggi dan berdaun lebat hingga membentuk tudung (kanopi). Dalam hutan basah terjadi perubahan iklim mikro, yaitu iklim yang langsung terdapat di sekitar organisme. Daerah tudung cukup mendapat sinar matahari, variasi suhu dan kelembapan tinggi, suhu sepanjang hari sekitar 25 °C.
Ø Flora dan fauna
Sem comentários:
Enviar um comentário