segunda-feira, 5 de setembro de 2011

administrasi pendidikan


BAB I
PENDAHULUAN
A.     Latar belakang

            Bangsa Timor leste merupakan bangsa yang kaya akan sumber daya alam misalnya bahan bakar, penghasilan lokal dan lain-lain, tetapi bagaimana sumber daya tersebut dapat dikelola untuk menjadi bahan yang dipakai oleh konsumen maka diperlukan mutu sumber daya manusia yang professional. Agar dapat merealisasikan harapan tersebut maka semua warga harus mempunyai mental membangun berdasarkan pada tujuan pembangunan nasional. Untuk membangun suatu Negara dari kemiskinan dan kebodohan tidaklah menjadi suatu hal yang gampang tetapi harus memerlukan waktu yang lama dan memerlukan kontribusi dari semua penduduk Timor Leste. Sekolah merupakan suatu jalan alternatif yang dapat membantu negara untuk merealisasikan tujuan pembangunan nasional. Sehubungan dengan itu, maka para kaum intelektual yang mempunyai semangat nasionalisme untuk membangun negara Timor Leste dari tindasan kebodohan, berpikir untuk mendirikan sekolah-sekolah di daerah-daerah tertentu yang belum akses pada pendidikan.  Tentang konsep mendirikan sebuah sekolah bukanlah hal yang gampang karena memerlukan kesabaran yang tinggi untuk merespon segala kritikan dari penduduk.
            Berhubungan dengan itu,  maka pada tahun pada tanggal 15 September 2002 bapak Anacleto Doutel, S.Pd dan Bapak Vitorino Nunes, S.Pd memunculkan suatu inisiatif untuk mendirikan SMA N uatocarbau meskipun dalam kondisi yang sulit. Pada awalnya sekolah tersebut di bangun dalam kondisi yang sulit dan tidak diyakinkan suatu saat sekolah tersebut menjadi sekolah negeri karena segala kebutuhan sekolah tersebut tidak tepenuhi, misalnya  kekurangan gedung, fasilitas dan keperluan lainnya, tetapi karena atas kontribusi dari masyarakat dan semua lider maka sekolah tersebut akhirnya menjadi sekolah negeri.
Pada angkatan pertama (2002), sekolah tersebut mendapatkan bantuan dana dari masyarakat berupa bayaran badan BP3 dan kontribusi lainnya. Pada angkatan ini jumlah guru sebanyak 8 orang yang mengajar secara voluntary/tampa gaji dan jumlah siswa sebanyak 30 orang. Fasilitas-fasilitas yang digunakan pada angkatan ini, seperti gedung dipinjam dari SMP, perlengkapan dipinjam juga dari SMP dan ada yang dikontribusi dari masyarakat.
Pada angkatan kedua (2003), sekolah tersebut tetap mendapat dana dari masyarakat dan tenaga pengajar voluntary. Pada angkatan ini jumlah guru sebanyak 12 orang dan jumlah siswa sudah hampir 70 orang.
Pada angkatan ketiga (2004), sekolah tersebut minta bantuan dari pendidikan regional berupa peralatan sekolah maupun fasilitas sekolah tetapi ada yang mereka membantu dan ada yang mereka tidak bantu karena alasan lain. Jumlah guru pada angkatan ini sebanyak 14 orang dengan jumlah siswa 100 orang lebih.  
Pada angkatan keempat (2005), jumlah guru sebanyak 20 orang yang terdiri dari guru permanent dan kontrak sedangkan jumlah siswa pada masa ini sebanyak 200 orang lebih karena banyak siswa yang pindah dari SMA Uato-lari akibat kerusuhan antara suku Makadiki dan Aliambat (kerusuhan rasial antara masyarakat berbahasa naueti dengan Makasa’e).
Pada angkatan kelima (2006), jumlah guru pada sekolah ini sebanyak 18 orang yang terdiri dari guru permanent dan kontrak sedangkan jumlah siswa pada angkatan ini sebanyak 150 orang. Pada angkatan ini, semua fasilitas sekolah dan perlengkapan sekolah sudah memadai dan menjamin proses belajar mengajar karena sudah di akui oleh pemerintah secara sepenuhnya. Mulai pada saat itu, administrasi persekolahan berjalan dengan lancar dan penempatan tahun ajaran sudah berdasarkan pendidikan nasional.
Angkatan keenam (2007), jumlah guru menjadi minim karena pendidikan regional dapat melakukan mutasi terhadap guru di kawasan regional baucau, sehingga 5 orang dari SMA Uato-carbau di mutasikan ke sekolah-sekolah lain seperti SMA Canossa Ossu, SMA Liceu Vique-que, SMA N Uato-lari dan SMA Lakluta. Dengan system mutasi tersebut, maka muncul beda pendapat antara sang mutasi dengan director regional assunto ensino Secundario sehingga muncul suatu masalah.
Pada angkatan 2011 ini, jumlah guru sebanyak 13 orang dengan jumlah siswa sebanyak 100 orang.   Pada angkatan ini, system administrasi di sekolah tersebut sudah mulai berjalan dengan baik dalam hal pengontrolan guru, pengontrolan siswa, manajemen keuangan, penetapan Organisasi intrasekolah (OSIS) dan system administrasi lainnya.
B.     Tujuan
a.      Tujuan khusus
Secara khusus, penulis menulis makalah ini dengan tujuan sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui dan memahami sejarah perkembangan lahirnya SMA N Uato-carbau
2.      Untuk mengetahui dan mengerti visi dan misi SMA N Uato-carbau
3.      Untuk mengetahui dan memahami tujuan berdirinya SMA N Uato-carbau
4.      Untuk mengetahui dan memahami system administrasi SMA N Uato-carbau tahun ajaran 2011.

b.      Tujuan umum
Secara umum, penulis menulis makalah ini dengan tujuan untuk mendapatkan nilai pada tahap akhir semester. Jadi, penulis dengan sekuat tenaga untuk menyusunnya meskipun penulis menhadapi banyak kekurangan selama penyusunan.

C.    Perumusan masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis dapat merumuskan masalah-masalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana sejarah perkembangan lahirnya SMA N uato-carbau ?
2.      Bagaimana visi dan misi sekolah SMA N Uato-carbau ?
3.      Apa tujuan berdirinya SMA N Uato-carbau ?
4.      Bagaimana system administrasi SMA N Uato-carbau tahun ajaran 2011 ?




D.    Manfaat
Suatu tulisan atau makalah harus bermanfaat bagi orang yang menulisnya/penulis. Jadi, penulis menulis makalah ini dengan manfaat sebagai berikut :
Ø  Sebagai suatu referensi bagi penulis dalam kehidupan penulis
Ø  Sebagai tahap awal dalam penulisan ilmiah seperti laporan, makalah dan tulisan ilmiah lainnya.
Ø  Sebagai suatu bahan pegagang bagi penulis apabila pada suatu hari penulis juga menjabat professi keguruan dan professi lainnya yang berhubungan dengan administrasi.

E.     Ruang lingkup
Berdasarkan topic penulis di atas, maka bagian yang penulis bahas pada ruang lingkup yaitu sebagai berikut :
1.      Perencanaan (Planning)
2.      Pengorganisasian (Organizing)
3.      Pengkoordinasian (Coordinating)
4.      Komunikasi
5.      Supervisi
6.      Kepegawaian (Staffing)
7.      Pembiayaan
8.      Penilaian (Evaluating)
      Jadi bagi pihak pendengar atau pembaca yang ingin menyusulkan usulan atau pendapat harus ada relevansi dengan topik yang penulis ambil, maka apabila diluar topik tersebut, penulis tidak bertanggung jawab karena pengetahuan penulis sebatas judul yang ada.






BAB II
PEMBAHASAN

A.    Sejarah perkembangan lahirnya SMA N Uato-carbau.

            Sekolah lanjutan tingkatan atas (SMA) uato-carbau didirikan pada tanggal 15 September 2002 dengan pendiri bapak Ancleto Doutel, S.Pd dan bapak Vitorino nunes, S.Pd. Mereka berdua mendirikan sekolah tersebut di lokasi Lessu-rubi, sub District Uato-carbau, District Vique-que dengan tujuan untuk membantu kaum masyarakat kecil yang tidak mempunyai kemampuan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan di SMA. Pada mulanya, sekolah ini didirikan pada situasi yang sulit karena dengan peralatan dan fasilitas yang yang tidak memadai untuk kegiatan belajar mengajar, seperti kekurangan gedung, buku, kursi, meja, dan peralatan lainnya.
Pada angkatan pertama (2002), sekolah tersebut mendapatkan bantuan dana dari masyarakar berupa bayar badan BP3 dan kontribusi lainnya. Pada angkatan ini jumlah guru sebanyak 8 orang yang mengajar secara voluntary/tampa gaji dan jumlah siswa sebanyak 30 orang. Fasilitas-fasilitas yang digunakan pada angkatan ini, seperti gedung dipinjam dari SMP, perlengkapan dipinjam juga dari SMP dan ada yang dikontribusi dari masyarakat.
Pada angkatan kedua (2003), sekolah tersebut tetap mendapat dana dari masyarakat dan tenaga pengajar voluntary. Pada angkatan ini jumlah guru sebanyak 12 orang dan jumlah siswa sudah hampir 70 orang.
Pada angkatan ketiga (2004), sekolah tersebut minta bantuan dari pendidikan regional berupa peralatan sekolah maupun fasilitas sekolah tetapi ada yang mereka membantu dan ada yang mereka tidak bantu karena alasan lain. Jumlah guru pada angkatan ini sebanyak 14 orang dengan jumlah siswa 100 orang lebih. 
Pada angkatan keempat (2005), jumlah guru sebanyak 20 orang yang terdiri dari guru permanent dan kontrak sedangkan jumlah siswa pada masa ini sebanyak 200 orang lebih karena banyak siswa yang pindah dari SMA Uato-lari akibat kerusuhan antara suku Makadiki dan Aliambat (kerusuhan rasial antara masyarakat berbahasa naueti dengan Makasa’e).
Pada angkatan kelima (2006), jumlah guru pada sekolah ini sebanyak 18 orang yang terdiri dari guru permanent dan kontrak sedangkan jumlah siswa pada angkatan ini sebanyak 150 orang. Pada angkatan ini, semua fasilitas sekolah dan perlengkapan sekolah sudah memadai dan menjamin proses belajar mengajar karena sudah di akui oleh pemerintah secara sepenuhnya. Mulai pada saat itu, administrasi persekolahan berjalan dengan lancar dan penempatan tahun ajaran sudah berdasarkan pendidikan nasional.
Angkatan keenam (2007), jumlah guru menjadi minim karena pendidikan regional dapat melakukan mutasi terhadap guru di kawasan regional baucau, sehingga 5 orang dari SMA Uato-carbau di mutasikan ke sekolah-sekolah lain seperti SMA Canossa Ossu, SMA Liceu Vique-que, SMA N Uato-lari dan SMA Lakluta. Dengan system mutasi tersebut, maka muncul beda pendapat antara sang mutasi dengan director regional assunto ensino Secundario sehingga muncul suatu masalah.
Pada angkatan 2011 ini, jumlah guru sebanyak 13 orang dengan jumlah siswa sebanyak 100 orang. Pada angkatan ini, system administrasi di sekolah tersebut sudah mulai berjalan dengan baik dalam hal pengontrolan guru, pengontrolan siswa, manajemen keuangan, penetapan Organisasi intrasekolah (OSIS) dan system administrasi lainnya.

B.     Visi dan misi sekolah SMA N Uato-carbau
            Berdasarkan tujuan pendidikan nasional yaitu mempersiapkan mutu sumber daya manusia yang kredibel, professional dan tanggung jawab, maka SMA N Uato-carbau mempunyai visi dan misi sebagai berikut :
a.      Visi
Berdasarkan tujuan pendidikan nasional di atas, maka SMA N Uato-carbau menciptakan suatu visi pendidikan sebgai berikut :
o   Untuk mempersiapkan mutu atau kualitas sumber daya manusia yang tanggung jawab dan professional
o   Untuk menjamin pembangunan nasional
o   Untuk mempertahan martabat bangsa khususnya masyarakat Uato-carbau
o   Untuk mempertahankan dan menjamin kedaulatan bangsa

b.      Misi
Misi SMA N Uato-carbau yaitu sebagai berikut :
o   Sebagai sekolah yang mengambil bagian dalam lembaga pendidikan nasional
o   Sebagai sekolah yang mengambil bagian dalam pendidikan distrital
o   Sebagai sekolah yang mengambil bagian dalam pendidikan regional
o   Sebagai suatu lembaga yang membantu dan menjamin pembangunan nasional

C.    Tujuan berdirinya SMA N Uato-carbau
            Tujuan berdirinya sekolah lanjutan tingkatan atas (SMA) Uato-carbau dengan tujuan sebagai berikut :
Ø  Untuk membantu masyarakat kecil (ekonomi lemah) dalam akses pendidikan
Ø  Untuk membantu para pelajar yang ingin melanjutkan pendidikannya pada SMA
Ø  Untuk membantu perkembangan sub district Uato-carbau.

D.    Sistem administrasi SMA N Uato-carbau tahun ajaran 2011

            Sistem administrasi pada SMA N Uato-carbau mengalami perubahan dari waktu ke waktu hingga mencapai system administrasi yang diharapkan oleh sekolah. Maka untuk mencapai harapan tersebut harus memerlukan fungsi-fungsi administrasi sekolah, yakni sebagai berikut :



a.      Perencanaan.
      Perencanaan (planning) adalah aktivitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan-tindakan yang tertuju pada tercapainya maksud-maksud dan tujuan pendidikan. Perencanaan merupakan salah satu syarat mutlak bagi setiap kegiatan administrasi. Tanpa perencanaan, pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dan bahkan kegagalan dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Perencanaan merupakan kegiatan yang harus dilakukan pada permulaan dan selama kegiatan administrasi itu berlangsung. Di dalam setiap perencanaan ada dua faktor ya-ng harus diperhatikan, yaitu faktor tujuan dan faktor sarana, baik sarana personel maupun material.
§  Langkah-langkah
Langkah-langkah dalam perencanaan meliputi hal-hal sebagai berikut :
1. Menentukan dan merumuskan tujuan yang hendak dicapai
2. Meneliti masalah-masalah atau pekerjaan-pekerjaan yang akan dilakukan
3. Mengumpulkan dana dan informasi-informasi yang diperlukan
4. Menentukan tahap-tahap dan rangkaian tindakan
5. Merumuskan bagiamana masalah-masalah itu akan dipecahkan dan bagaimana pekerjaan-pekerjaan itu akan diselesaikan
§  Syarat-syarat perencanaan
      Dalam menyusun perencanaan syarat-syarat berikut perlu diperhatikan :
1. perencanaan harus didasarkan atas tujuan yang jelas
2. bersifat sederhana, realistis dan praktis
3. terinci, memuat segala uraian serta klarifikasi kegiatan dan rangkaian tindakan      sehingga mudah di pedomani dan dijalankan
4. memiliki fleksibilitas sehingga mudah disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi      dan situasi sewaktu-waktu
5. Terdapat perimbangan antara bermaca-macam bidang yang akan digarap dalam     perencanaan itu, menurut urgensinya masing-masing
6. Diusahakan adanya penghematan tenaga, biaya dan waktu serta kemungkinan      penggunaan sumber-sumber daya dan dana yang tersedia sebaik-baiknya
7. Diusahakan agar sedapat mengkin tidak terjadi adanya duplikasi pelaksanaan.
    Merencanakan berarti pula memikirkan tentang penghematan tenaga, biaya dan   waktu, juga membatasi kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi dan menghindari adanya duplikasi-duplikasi atau tugas-tugas/pekerjaan rangkap yang dapat menghambat jalannya penyelesaian.
      Berhubungan dengan penjelasan fungsi perencaan di atas, maka SMA N Uatocarbau mempunyai fungsi perencanaan tahun ajaran 2011 yaitu :
o   Rencana penerimaan siswa baru
Pada tahun ajaran 2011 SMA N Uato-carbau mempunyai rencana untuk menerima siswa baru sebanyak 70 orang tetapi siswa yang masuk hanya 30 orang.
o   Rencana pembiayaan
Tahun ajaran 2011, SMA N Uato-carbau mendapat dana dari pemerintah melalui subsidi.
o   Rencana penghematan waktu
      Tahun ajaran 2011, SMA N Uato-carbau mulai masuk pada kegiatan belajar mengajar pada bulan Januari dan libur nasional pada bulan Desember.

b.      Pengorganisasian (Organizing)
      Pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas menyusun dan membentuk hubungan-hubungan sehingga terwujudlah kesatuan usaha dalam mencapai maksud-maksud dan tujuan-tujuan pendidikan”.
      Pengorganisasian merupakan aktivitas menyusun dan membentuk hubungan-hubungan kerja antara orang-orang sehingga terwujud suatu kesatuan usaha dalam mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Di dalam pengorganisasian terdapat adanya pembagian tugas-tugas, wewenang dan tanggung jawab secara terinci menurut bidang-bidang dan bagian-bagian, sehingga dari situ dapat terciptalah adanya hubungan-hubungan kerjasama yang harmonis dan lancar menuju pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.
      Pengorganisasian sebagai fungsi administrasi pendidikan menjadi tugas utama bagi para pemimpin pendidikan termasuk kepala sekolah. Kita mengetahui bahwa dalam kegiatan sekolah sehari-sehari terdapat bermacam-macam jenis pekerjaan yang memerlukan kecakapan dan keterampilan dan tanggung jawab yang berbeda-beda. Keragaman tugas dan pekerjaan semacam itu tidak mungkin dilakukan dan dipikul sendiri oleh seorang pemimpin. Dalam hal inilah terletak bagaimana kecakapan kepala sekolah mengorganisasi guru-guru dan pegawai sekolah lainnya dalam menjalankan tugasnya sehari-hari sehingga tercipta adanya hubungan kerja sama yang harmonis dan lancar. Yang perlu diperhatikan dalam pengorganisasian antara lain ialah bahwa pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab hendaknya disesuaikan dengan pengalaman,bakat, minat, pengetahuan dan kepribadian masing-masing perana yang diperlukan dalam menjalankan tugas-tugas tersebut.
      Berhubungan dengan penjelasan fungsi pengorganisasian di atas, fungsi pengorganisasian di SMA N Uato-carbau yaitu sebagai berikut :
o   Wewenang dan tanggung jawab.
      Semua guru yang mengajar pada SMA N Uato-carbau mempunyai wewenang dan tanggung jawab masing-masing berdasarkan pada status atau aturan yang berlaku di sekolah, misalnya kepala sekolah mempunyai wewennag untuk mengontrol semua guru, mengelola system administrasi dan manajemen sekolah, mengontrol perlengkapan sekolah dan lain-lain.
o   Pembagian tugas
1.      Wali kelas
Wali kelas merupakan guru yang dapat mengelola manajemen dan system administrasi kelas. Jadi tugas wali kelas yaitu :
·         Mengisi raport siswa
·         Mengontrol siswa
·         Mengelola manajemen kelas, dan lain-lain

2.      Guru bidang
Guru bidang merupakan guru yang dapat member atau mengajar matteri atau bidang studi kepada siswa. Jadi tugas guru bidang yaitu :
·         Mengajar siswa
·         Berhak memberi nilai kepada siswa
o   Struktur guru SMA N uato-carbau tahun ajaran 2011


Seksi penasehat
   Marcos Nuno
 
 Seksi Humas
  Lino Soares

 
  Bendahara
Ursula Amaral
 
  Sekretaris
Bonansa Pires
 
Wakil kepala sekolah
   Bernardo da Silva
 
Kepala sekolah
Julio da C. Pinto
 
















                                                                                                                            











Seksi keamana
Vitorino   Nunes
 

Seksi rohani
  Amelia  Fernandes
 



Seksi olahraga
    Julio  Fernandes

 




Seksi perlengkaan/logistik
Armando da Costa

 





Seksi kebersihan
Jacinto da Conceição
 
 





c.       Pengkoordinasian (Coordinating)  
Adanya bermacam-macam tugas/pekerjaan yang dilakukan oleh banyak orang, memerlukan adanya koordinasi dari seorang pemimpin. Adanya koordinasi yang baik dapat menghindarkan kemungkinan terjadinya persaingan yang tidak sehat dan atau kesimpangsiuran dalam tindakan. Dengan adanya koordinasi yang baik, semua bagian dan personel dapat bekerja sama menuju ke satu arah tujuan yang telah ditetapkan.
Pengkoordinasian diartikan sebagai usaha untuk menyatu paduan kegiatan dari berbagai individu agar kegiatan mereka berjalan selaras dengan anggota dalam usaha mencapai tujuan. Usayha pengkoordinasian dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti:
1.      Melaksanakan penjelasan singkat (briefing)
2.      mengadakan rapat kerja;
3.       Memberikan unjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis,dan
4.      Memberikan balikan tentang hasil sutu kegiatan
Dengan demikian,koordinasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagi berikut :
“koordinasi adalah aktivitas membawa orang-orang, material, pikiran-pkiran, teknik-teknik dan tujuan-tujuan kedalam hubungan yang harmonis dan produktif dalam mencapai suatu tujuan”.
Berhubungan dengan itu, maka fungsi pengkoordiasian pada SMA N Uato-carbau yaitu dapat dilakukan system koordinasi horizontal (koordinasi antara bawahan dengan bawahan) dan vertical (koordinasi antara bawahan dengan atasan).


d.      Komunikasi
Dalam melaksanakan suatu program pendidikan, aktivitas menyebarkan dan menyampaikan gagasan-gagasan dan maksud-maksud ke seluruh struktur organisasi sanat penting. Proses menyampaikan atau komunikasi ini meliputi lebih dari pada sekedar menyalurkan pikiran-pikiran, gagasan-gagasan dan maksud-maksud secara lisan atau tertulis.
Komunikasi secara lisan pada umumnya lebih mendatangkan hasil dan pengertian yang jelas dari pada secara tertulis. Demikian pula komunikasi yang dilakukan secara informal dan secara formal mendatangkan hasil yang berbeda pengaruh dan kejelasannya.
Menurut sifatnya, komunikasi ada dua macam yaitu komunikasi bebas dan komunikasi terbatas. Dalam komunikasi bebas, setiap anggota dapat berkomunikasi dengan setiap anggota yang lain. sedangkan dalam komunikasi terbatas, setiap anggota hanya dapat berhubungan dengan beberapa anggota tertentu saja.
Dengan demikian, organisasi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut :
“komunikasi dalam setiap bentuknya adalah suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang-orang dalam struktur organisasi”. Berhubungan dengan penjelasan tersebut, maka fungsi komunikasi yang terjadi pada SMA N uato-carbau yaitu system komunikasi horizontal dan vertical, artinya system komunikasi bisa terjadi antara kepala sekolah dengan semua anggota-anggotanya atau bisa juga terjadi system komunikasi antara sesama anggota.
e.       Supervisi atau pengawasan (controling)
Setiap pelaksanaan program pendidikan memerlukan adanya pengawasan atau supervise. Pengawasan bertanggung jawab tentang keefektifan program itu. Oleh karena itu, supervise haruslah meneliti ada atau tidaknya kondisi-kondisi yang akan memungkinkan tercapainya tujuan-tujuan pendidikan.
Jadi, fungsi supervisi yang terpentig adalah :
1. menentukan kondisi-kondisi/syarat-syarat apakah yang diperlukan
2. memenuhi/mengusahakan syarat-syarat yang diperlukan itu.
Dengan demikian , supervisi sebagai salah satu fungsi administrasi pendidikan dapat disimpulkan sebagai berikut :
“supervisi sebagai fungsi administrasi pendidikan berarti aktivitas-aktivitas untuk menentukan komdisi-kondisi/syarat-syarat yang esensial yang akan menjamin tercapainya tujuan-tujuan pendidikan”.
            Fungsi pengawasan pada SMA N uato-carbau yaitu kepala sekolah dapat mengontrol semua guru-guru yang mengajar di sekolah tersebut dan apabila ada guru yang melangar aturan sekolah tersebut maka dipecat atau mengurangi gaji.
f.       Kepegawaian (Staffing)
Sama halnya dengan fungsi-fungsi administrasi pendidikan yang telah diuraikan terdahulu kepegawaian merupakan fungsi yang tidak kalah pentingnya. Agak berbeda dangan fungsi-fungsi administrasi yang telah dibicarakan, dalam kepegawaian yang menjadi titik penekanan ialah personal itu sendiri. Aktivitas yang dilakukan di dalam kepegawaian antara lain : menentukan, memilih, menempatkan dan membimbing personel.
Sebenarnya fungsi kepegawaian ini sudah dijalankan sejak penyusunan perencanaan dan pengorganisasian. Di dalam pengorganisasian telah dipikirkan dan diusahakan agar untuk personel-personel yang menduduki jabatan-jabatan tertentu di dalam struktur organisasi itu dipilih dan di angkat orang-orang yang memiliki kecakapan dan kesanggupan yang sesuai dengan jabatan yang di pegangnya. Dalam hal ini prinsip the right man in the right place selalu di perhatikan. Guru-guru yang mengajar pada SMA N Uato-carbau tahun ajaran 2011 sebanyak 13 orang yang terdiri dari 5 orang adalah guru permanent dan  8 orang lainnya adalah guru kontrak.
g.      Pembiayaan
Biaya/pambiayaan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam sebuah organisasi karena biaya ini sangat menentukan bagi kelancaran jalannya sebuah organisasi, tanpa biaya yang mencukupi tidak mungklin terjamin kelancaran jalannya suatu organisasi.
Setiap kebutuhan organisasi, baik personel maupun material, semua memerlukan adanya biaya., itulah sebabnya masalah pembiayaan ini harus sudah mulai dipikirkan sejak pembuatan planning sampai dengan pelaksanaannya.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam fungsi pembiayaan, antara lain :
Ø  Perencanaan tentang berapa biaya yang diperlukan
Ø  Dari mana dan bagaimana biaya itu dapat diperoleh/diusahakan
Ø  Bagaimana penggunaanya
Ø  Siapa yang akan melaksanakannya
Ø  Bagaimana pembukuan dan pertangung jawabannya
Ø  Bagaimana pengawasannya.
h. Penilaian (Evaluating)
Evaluasi sebagai fungsi administrasi pendidikan adalah aktivitas untuk meneliti dan mengetahui sampai di mana pelaksanaan yang dilakukan di dalam proses keseluruhan organisasi mencapai hasil sesuai denhan rencana atau program yang telah di tetapkan dalam rangka pencapaian tujuan pendidikan. Setiap kegiatan, baik yang dilakukan oleh unsure pimpinan maupun oleh bawahan, memerlukan adanya evaluasi.
Dengan mengetahui kasalahan-kasalahan atau kekurangan-kekurangan serta kemacetan-kemacetan yang diperoleh dari tindakan evaluasi itu, selanjutnya dapat di usahakan bagaimana cara-cara memperbaikinya.

Secara lebih rinci maksud penilaian (evaluasi) adalah :
Ø  Memperoleh dasar bagi pertimbangan apakah pada akhir suatu periode kerja , pekejaan tersebut berhasil
Ø  Menjamin cara bekerja yang efektif dan efisien
Ø  Memperoleh fakta-fakta tentang kesukaran-kesukaran dan untuk menghindari situasi yang dapat merusak
Ø  Memajukan kesanggupan para personel dalam mengembangkan organisasi.














BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan

            Dari keseluruhan makalah ini, penulis dapat menyimpulkan sebagai berikut :
1.      Sekolah lanjutan tingkatan atas (SMA) uato-carbau didirikan pada tanggal 15 September 2002 dengan pendiri bapak Ancleto Doutel, S.Pd dan bapak Vitorino nunes, S.Pd.
2.      SMA N Uato-carbau mempunyai visi yaituUntuk mempersiapkan mutu atau kualitas sumber daya manusia yang tanggung jawab dan professional, Untuk menjamin pembangunan nasional, Untuk mempertahan martabat bangsa khususnya masyarakat Uato-carbau dan Untuk mempertahankan dan menjamin kedaulatan bangsa.
3.      SMA N Uato-carbau mempunyai misi yaitu Sebagai sekolah yang mengambil bagian dalam lembaga pendidikan nasional dan Sebagai sekolah yang mengambil bagian dalam pendidikan distrital
4.      Tujuan berdirinya SMA N Uato-carbau yaitu untuk mempermudah atau membantu para kaum rakyat kecil untuk melanjutkan studinya di SMA.

B.     Saran
            Sebagai individu manusia yang tidak luput dari kesalahan dan kekurangan dan kekurangan, maka penulis ingin mengsarankan kepada para pihak pendengar dan pembaca bahwa penulis siap menerima kritikan atau saran yang bersifat membangun demi penyempurnaan makalah berikutnya.




Sem comentários:

Enviar um comentário